Bookstart Indonesia Menyapa Posyandu Jatinom Blitar


Blitar1

Pemaparan gerakan penenaman cinta pada anak sejak usia sangat dini – Bookstart Indonesia

Awal Mei lalu, Bookstart Indonesia melalui jaringan relawan sahabat Bookstart bekerjasama dengan Pemerintah Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar menggelar diskusi bersama ibu-ibu dan anak balita. Pukul 09.00 Kepala Desa jatinom, Taufiqur Rahman membuka acara. Pada kesempatan tersebut, Kades Jatinom menyampaikan keinginannya agar warganya mampu mendidik anak-anak secara baik dan benar.

Acara tersebut sengaja diselenggarakan bertepatan dengan pelaksanaan Posyandu di Desa Jatinom, agar kader-kader utama Posyandu Jatinom bisa ikut penyuluhan tersebut. Setelah dibuka dengan sambutan Kepala Desa, acara langsung dilanjutkan dengan pemaparan oleh Bookstart Indonesia.

Dalam paparannya kali ini Bookstart Indonesia tetap mengusung core gerakan Bookstart, yakni pentingnya membacakan buku pada anak sejak dini. Di awali dengan penyajian grafik dari PISA (Programme for International Student Assessment) tentang tingkat literasi (kemauan dan kemampuan membaca) anak-anak Indonesia yang menduduki peringkat 57 dari 65 negara.

Bookstart Indonesia memaparkan tentang manfaat membacakan buku pada anak sejak dini, bahkan sejak berusia 0 tahun. Selain itu, juga ingin menanamkan pada pola pikir anak dan orang tua bahwa membaca itu asyik dan menyenangkan. Buku bisa membuat kita mengerti dan memahami hal-hal ajaib dan luar biasa. Selain itu, kita juga bisa menemukan jawaban dari permasalahan-permasalahan kita melalui buku.

Membacakan buku kepada bayi bisa meningkatkan keterampilan mendengar, membangun pondasi keterampilan bicara dan bahasa, juga membangun kedekatan antara orang tua dan anak. Sementara untuk anak-anak, membaca memberikan manfaat antara lain, memperkaya kosakata anak dan melatih pengucapan yang benar. Manfaat lain adalah menumbuhkan rasa ingin tahu, kreatifitas, dan imajinasi. Membaca juga mampu membuat anak lebih perhatian dan fokus ketika belajar, bermain atau mengerjakan suatu aktfitas.

Blitar3

Demonstrasi reading outloud secara ineraktif yang mampu melibatkan anak-anak

Selain penjelasan tentang seputar manfaat membaca, pihak Bookstart Indonesia tak lupa mengulas sedikit profil lembaga. Apa itu Bookstart Indonesia, latar belakang mengapa di Indonesia perlu ada Bookstart Indonesia. Selain itu juga dijelaskan tujuan Bookstart Indonesia dan program kerja serta rekam jejak kegiatan yang pernah dilakukan oleh Bookstart Indonesia. Agar tidak salah mengerti, ditegaskan bahwa Bookstart Indonesia tidak datang untuk promosi atau jualan buku. Bookstart Indonesia datang untuk menginspirasi para orang tua untuk menanamkan cinta baca pada buah hatinya sejak usia dini.

Peserta sangat antusias mendengarkan paparan dari Bookstart Indonesia, terbukti saat sesi tanya jawab banyak orang tua yang melontarkan pertanyaan. Mereka mengajukan pertanyaan terutama seputar kondisi anak-anak mereka. Selain bertanya, mereka juga menjelaskan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam mengenalkan membaca pada anak, dan mencari tahu bagaimana menemukan solusinya. Beberapa penanya yang tidak mendapatkan waktu diminta untuk mengunjungi website bookstart Indonesia dan memanfaatkan rubrik konsultasi yang diasuh oleh Dr. Herli Salim.

Blitar2

Anak-anak yang antusias dan penuh rasa ingin tahu mengeksplore buku-buku untuk Batita

Setelah tanya jawab, acara pada 7 Mei itu dilanjutkan dengan demonstrasi membacakan buku oleh Mohammad Efendi, koordinator sahabat bookstart wilayah Blitar. Meskipun hanya beralaskan tikar, anak-anak antusias mendengarkan cerita yang disampaikan secara menarik dan interaktif. Para orang tua yang menyaksikan demonstrasi ini takjub terhadap reaksi anak-anak saat mendengarkan cerita. Sebagian di antara mereka baru tahu bagaimana efek membacakan buku pada anak-anak, dan akhirnya menjadi yakin dengan paparan sebelumnya.

Jika merasa tidak memiliki buku anak, para peserta dihimbau untuk mendaftar sebagai anggota di perpustakaan terdekat. Para hadirin juga dihimbau untuk sesekali memberikan buku sebagai hadiah daripada membelikannya mainan ataupun gadget canggih. Meskipun di Desa Jatinom belum ada perpusatakaan desa, berdasarkan informasi dari seorang ibu sudah tersedia perpustakaan masjid di desa tersebut.

Acara hari itu diakhiri dengan ramah tamah. Pada kesempatan tersebut Kepala Desa meminta kepada Bookstart Indonesia, agar acara tersebut ada tindak lanjutnya. Untuk tindak lanjut Bookstart Indonesia menyarankan agar Kepala Desa segera berupaya merintis perpustakaan desa. Untuk tahap awal perintisan dalam hal pengadaan buku, pemerintah desa bisa bekerjasama dengan perpustakaan daerahnya masing-masing. Untuk wilayah Blitar Perpustakaan Bung Karno ternyata memiliki program peminjaman buku dalam jumlah besar untuk disirkulasikan ke desa-desa. RED