Berbagi Cinta: Kado Buku untuk Anak-Anak Kelud


Bookstart Indonesia kembali menggelar acara bookgifting untuk anak-anak usia 0-5 tahun. Kali ini sasarannya adalah anak-anak di lereng Gunung kelud, Kabupaten Kediri. Sebanyak 200 paket buku dibagikan ke tiga PG/TK antara lain, PG/TK Kusuma Mulia, Taman Pendidikan Anak Sholeh (Tapas) Al Fattah, dan PG/TK Guppi. Ketiga sekolah tersebut berlokasi di Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabuaten Kediri, salah satu wilayah yang mengalami dampak langsung letusan Gunung Kelud.

ekspresi anak-anak saat mendengarkan cerita

ekspresi anak-anak saat mendengarkan cerita

Menurut Ahmad I. Fauzi selaku koordinator, penyelenggaraan bookgifting kali ini bekerjasama dengan banyak pihak. Salah satunya adalah Taman Baca Mahanani Kediri, yang ikut membantu selama proses acara berlangsung. Selain itu ada Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YPPI), Pearson, Booktime, dan The Asian Foundation yang berperan besar dalam pengadaan paket buku sebagai kado bagi anak-anak. Sebagaimana tujuan pertama Bookstart Indonesia, menyebarkan virus cinta baca, terutama pada balita sejak dini di seluruh nusantara, dengan memberikan buku cuma-cuma kepada mereka.

Dengan mengusung tema Berbagi Cinta, Kado Buku untuk Anak-Anak Kelud, Bookstart Indonesia berharap kado buku itu bisa memantik semangat dan menambah keceriaan bagi anak-anak itu. Terutama pasca trauma mereka akibat bencana letusan Gunung Kelud pada pertengahan Februari 2014 silam. Di sisi lain, dengan acara ini Bookstart Indonesia berharap bisa membangun kesadaran dan kemauan para orang tua untuk membiasakan diri membacakan buku cerita bagi buah hati mereka sejak balita.

Untuk efektifitas dan efisiensi acara, bookgifting dibagi dalam dua sesi yang masing-masing ditangani dua tim relawan dari Bookstart Indonesia dan taman Baca Mahanani. Sesi pagi dari pukul 07.00 – 08.45 WIB, dengan pembagian tugas untuk Tim A untuk PG/TK Kusuma Mulia, sementara Tim B untuk PG/TK Al Fattah. Sesi siang antara pukul 09.00 – 11.30 WIB kedua Tim bertemu di PG/TK Guppi. Lokasi yang terakhir membutuhkan banyak relawan karena jumlah siswa sekitar 100 anak. Meskipun berbeda lokasi, namun Bookstart Indonesia sudah menyiapkan tahapan acara yang sama.

para bunda asyik membaca cerita dari buku yang dibagikan

para bunda asyik membaca cerita dari buku yang dibagikan

Sebagaimana acara-acara bookgifting sebelumnya, Bookstart Indonesia melalui masing-masing sekolah mengundang kehadiran orang tua murid. Perkenalan dari Bookstart Indonesia dengan memaparkan identitas lembaga dan tujuan acara Berbagi Cinta, Kado Buku untuk Anak-Anak Kelud menjadi pembuka acara. Setelah itu, dilanjutkan sambutan dan penerimaan dari tuan rumah dalam hal ini pihak sekolah yang bersangkutan. Pada kesempatan tersebut, Bookstart Indonesia juga memperkenalkan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya bookgifting kepada orang tua murid yang hadir.

Paket yang diserahterimakan kepada anak-anak berupa tas berisi 2 buku cerita, leaflet booktime, leaflet Bookstart Indonesia, kuesioner, dan pulpen. Paket tersebut dibagikan kepada seluruh orang tua murid yang kala itu diwakili para ibunda. Untuk kepentingan dokumentasi, secara simbolik diberikan oleh perwakilan BSI kepada 2-3 orang ibu. Penyerahan paket kepada ibunda bertujuan agar ibu-ibu bisa menyerahkan paket tersebut sebagai kado kepada anak mereka masing-masing. Ini bisa memberikan kesan positif dimata anak-anak dimana mereka mendapat kado dari bunda masing-masing. Di sisi lain, agar para bunda bisa membaca dulu isi cerita dalam buku sebelum menceritakannya kepada anak-anak.

sesi berbagi tips membacakan cerita pada anak-anak

sesi berbagi tips membacakan cerita pada anak-anak

Pada pelaksanaan acara Bookstart Indonesia bekerjasama dengan Taman Baca Mahanani, juga berbagi pengetahuan tentang manfaat membacakan buku sejak dini pada anak-anak. Orang tua yang hadir dalam acara tersebut mendapatkan tips bagaimana membacakan buku pada anak. Mereka bisa mempraktekkan bagaimana mengatur intonasi suara, mimik wajah, improvisasi cerita, saat menceritakan cerita pada anak-anak mereka. Melibatkan anak-anak untuk menebak alur cerita juga bisa menambah daya tarik mereka mendengarkan cerita.

Tips tentang membacakan cerita, dipraktekkan saat itu juga dalam acara storytelling. Pada kesempatan ini para bunda membacakan cerita untuk anaknya masing-masing. Sebelumnya, dalam acara storytelling komunal para bunda melihat relawan membacakan buku pada anak-anak. Acara storytelling komunal juga bertujuan untuk membangkitkan semangat ibu-ibu membacakan cerita bagi buah hati masing-masing.

Saat sesi membacakan cerita, demi mencipta kondisi nyaman dan intim antara ibu dan anak, mereka dipersilakan mengambil posisi dan lokasi senyaman mungkin.Relawan hanya melakukan pengamatan jarak jauh dan tidak mencolok, sebagai bahan diskusi dan evaluasi. Saat acara ini, relawan tidak boleh proaktif melakukan intervensi, untuk menjaga keintiman dan kenyamanan ibu dan anak. Relawan menggantikan tugas membacakan cerita bagi anak-anak yang tidak ditemani kehadiran sang bunda.

ibu-ibu serempak membacakan cerita untuk buah hati mereka

ibu-ibu serempak membacakan cerita untuk buah hati mereka

Mayoritas ibu mengaku masih kaku dalam membacakan buku cerita kepada anak, karena ini adalah pengalaman pertama mereka. Tetapi menurut pengamatan para relawan, banyak dari mereka terlihat enjoy saat membacakan buku. Ini nampak dari kekhusyukan dan antusias anak-anak menyimak cerita ibunda mereka. Bahkan ada satu ibu yang membacakan buku dengan bahasa jawa. Saat sesi berbagi kesan, ibu tersebut menyatakan lebih nyaman menggunakan Bahasa Jawa sebab sehari-hari Bahasa Jawalah yang dipakai berkomunikasi dengan anaknya.