Rumah Baca Nusantara ‘Warnai Dunia’


Adalah pasangan suami istri Ahmad I. Fauzi dan Wenda Febrianti yang tergerak untuk mengubah rumah mereka menjadi sarana berkumpul anak-anak yang produktif. Pasangan ini memanfaatkan buku-buku anak koleksi pribadi, untuk dinikmati anak-anak di sekitar tempat tinggal mereka. Akhirnya, bertepatan dengan hari lahir Pancasila, 1 Juni 2014 Rumah Baca Nusantara resmi dibuka untuk anak-anak. Rumba ini adalah salah satu dari beberapa rumba mitra Bookstart Indonesia.

Berlokasi di Perum Alam Singgasana Blok I/14, Desa Betiting, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur Rumba Nusantara juga aktif menyelenggarakan beberapa kegiatan, selain membaca. Salah satunya adalah lomba mewarnai dengan tema Warnai Dunia, yang digelar untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke- 69, Minggu 17 Agustus 2014 lalu. Bertempat di halaman Rumba Nusantara, lomba ini dimeriahkan oleh puluhan anak sekitar lokasi. Rumba Nusantara menggelar lomba ini dalam empat kategori, antara lain, untuk anak-anak Kelompok Bermain, TK, Kelas 1-3 SD, dan Kelas 4-6 SD.

Seluruh peserta telah duduk sesuai dengan kategori lomba, pada pukul 07.30, minggu itu. Panitia membagikan lembar gambar yang akan diwarnai. Tingkat kerumitan gambar didesain berbeda, sesuai dengan masing-masing kategori. Kelompok Bermain paling sederhana sementara untuk anak-anak kelas 4-6 paling rumit dan detail. Musik instrumental diperdengarkan sepanjang proses mewarnai, untuk memacu semangat dan kreativitas anak-anak.

anak-anak asyik mewarnai gambar

anak-anak asyik mewarnai gambar

Para orang tua menyaksikan dari kejauhan, dan tidak diperbolehkan memberikan arahan kepada anak-anak. Ini bertujuan untuk memupuk kepercayaan diri dan memperkaya kreativitas mereka. Beberapa anak berhasil dipandu oleh panitia untuk berbagi crayon, dengan memakainya secara bergantian dengan teman-teman mereka yang tidak membawa.

Panitia sengaja tidak menyediakan ruang untuk menuliskan identitas peserta pada lembar gambar. Ini agar peserta lain tidak mengetahui gambar lain selain milik mereka sendiri. Bagi peserta yang sudah selesai mewarnai, dipersilakan angkat tangan. Panitia kemudian mendatangi dan mengambil lembar gambar tersebut, dan memberikan kode khusus yang hanya diketahui oleh panitia. Kode kemudian dicatat dilembar lain dengan menuliskan identitas masing-masing peserta.

juri cilik sedang mengamati dan memilih gambar

juri cilik sedang mengamati dan memilih gambar

Pukul 08.30, seluruh peserta sudah menyelesaikan proses mewarnai. Semua karya dikumpulkan untuk proses penilaian. Karya anak-anak ini dipajang di bentangan tali rafia, berjajar berdasarkan masing-masing kategori. Berbeda dengan lomba mewarnai lainnya, pada lomba kali ini tidak ada dewan juri. Penilai lomba adalah anak-anak peserta itu sendiri.

Sesi penilaian inilah yang tidak disangka-sangka oleh peserta. Satu per satu peserta secara bergantian memasuki area pajang karya. Mereka diminta untuk mengamati, menilai, dan memilih dua karya terbaik per kategori, sesuai dengan selera mereka sendiri. Metode ini dimaksudkan untuk menajamkan kepekaan rasa mereka terhadap karya seni, juga sarana mereka belajar menghargai karya orang lain secara jujur dan obyektif.

menunjuk gambar yang paling menarik menurut si juri cilik

menunjuk gambar yang paling menarik menurut si juri cilik

Empat panitia sedia berjaga di area pajang karya masing-masing kategori untuk membantu mencatat pilihan peserta. Macam-macam reaksi anak-anak saat diminta menilai karya mereka sendiri. Ada yang bisa memutuskan dengan cepat mengamati dan memilih, ada yang diamati lama-lama, dan ada pula yang mengamati dan menunjuk pilihan dari jarak dua meter dengan karya itu. Setelah semua juri cilik memberikan pilihannya, rekap suarapun dilakukan. Panitia mengumumkan dua peserta berdasarkan gambar pilihan terbanyak, pada masing-masing kategori.

Bukan gambar terbaik yang menang, tetapi gambar yang lebih banyak disukai oleh teman mereka sendiri. Tidak ada yang baik dan buruk atau benar dan salah di dalam seni, karena semua gambar dan karya seni itu indah. Ini yang perlu ditekankan dan ditanamkan dalam ingatan kanak-kanak, agar mereka lebih percaya diri dan produktif dalam berkarya. (L14)