Usia 2 tahun cenderung tertarik gambarnya saja, wajarkah?


Konsultasi

 

Assalamu alaikum wr wb Pak Herli
Seperti orang tua pada umumnya, saya berusaha untuk menanamkan ‘budaya’ cinta baca sedini mungkin bagi putri saya, Sadira (sekarang 17 bulan). Sejak Dira masih bayi, saya dan suami sudah gantian ndongeng. Setelah berumur kurang dari 12 bulan kami orangtuanya sudah mulai mengenalkan dia dengan buku, responnya waktu itu sepertinya dia tertarik dengan sampul buku yang berwarna terang dengan membolak-baliknya berkali-kali sampai halamannya sobek. Selanjutnya, setelah umur 14 bulan dan dia mulai bisa bicara dia mulai tertarik dengan gambar yang ada di buku itu, sejak itu kami juga memberinya buku yang lain. Saya juga menyempatkan waktu untuk tetap membacakannya dongeng sambil menidurkan dia. Namun, saya perhatikan kok sampai saat ini sepertinya anak saya ini hanya tertarik dengan gambar yang ada di buku, ketika saya menceritakan isi bukunya dia tidak mau dengar (orang jawa bilang nglewes) dan malah merengek minta main. Sempat kepikiran mungkin dengan seiring waktu dia akan terbiasa, tapi sepertinya saya belum melihat tanda-tanda ketertarikan dia dengan cerita yg saya sampaikan walaupun saya sudah mati gaya niruin suara binatang, pasang muka lucu dsb. Apa yang harus saya lakukan ya pak agar saya bisa mencuri perhatian anak saya dan jadi tertarik dengan cerita yang saya sampaikan? Demikian saya sampaikan. Terima kasih sebelumnya.
WassalamualaikumDesy Nuri


Jawab

 

Yth Bu Desy,
Apa yang Ibu sedang lakukan sudah baik. Terus saja lakukan “mendemonstrasikan” buku ke Sadira. Teori membaca mengindikasikan bahwa anak dapat membaca bila ia sudah mendapatkan “emersion” ( suasana tercelup) yang memadai. Suasana ini adalah dalam bentuk seringnya ia menerima pengenalan terhadap unsur kebahasaan (huruf, tanda baca, teks) melalui buku yang dibacakan oleh orang dewasa. Tentu saja anak kecil akan sangat menyukai warna. Puaskan dia akan warna dengan banyak menampilkan buku yang berwarna sangat menyolok. Membacakan dengan penuh intonasi dan penghayatan (menirukan suara) adalah hal yang baik. Langkah Ibu untuk memberi dia buku (sampai dengan buku itu rusak / lusuh adalah sesuatu yang sangat berharga). Terus saja lakukan membimbing buah hati ibu dengan telaten, insya Alloh nanti akan ada hasilnya secara perlahan-lahan.
Semoga Herli Salim