Sejarah


Bookstart Indonesia terinspirasi oleh Bookstart UK

Bookstart Indonesia terinsipirasi oleh gerakan Bookstart UK (United Kingdom) di Inggris. Sebuah jaringan kerja penanaman cinta buku terbesar di dunia yang langsung menyentuh balita dan keluarganya. Skema Bookstart UK sudah menginspirasi gerakan serupa di banyak negara dari berbagai benua.

Skema Bookstart digulirkan dari UK oleh keluarga Indonesia yang telah menuai banyak manfaat dari program ini selama 2 tahun bermukim di Skotlandia untuk studi, atas beasiswa pemerintah Indonesia. Berawal dari diskusi-diskusi pribadi dengan kolega-kolega di tanah air melalui jejaring sosial, terbentuklah komunitas relawan perintis Bookstart Indonesia yang antusias dengan gagasan ini. Setelah diskusi bergulir sekitar satu tahun, pada pertengahan 2014, gagasan ini mewujud menjadi rencana pembentukan lembaga sekaligus rencana penyelenggaraan event perdana

Individu dari berbagai latar belakang yang merupakan lulusan beberapa universitas di Indonesia antara lain; aktivis sosial, akademisi, professional, pakar pendidikan anak usia dini, mahasiswa, bahkan sampai orang tua dengan balita akhirnya menyatakan dukungan dan membentuk lembaga Bookstart Indonesia.

Bookstart Indonesia akan diluncurkan secara bertahap dengan event perdana, pembagian buku secara cuma-cuma untuk balita di 4 kota di Indonesia, melibatkan 120 keluarga dengan balita. Pembagian buku pertama kali akan dilaksanakan bersamaan dengan peluncuran website Bookstart Indonesia bertepatan pada 1 Juni 2014 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila dan Hari Anak Internasional.

Kami dari Bookstart Indonesia mohon doa dan restu segenap bangsa Indonesia agar Bookstart Indonesia dapat menjalankan misi menyebarkan cinta buku pada generasi penerus bangsa besar ini.

 

Bookstart UK – Inspirasi yang telah terbukti

Program Bookstart pertama kali dilakuan di Birmingham, Inggris tahun 1992. Program tersebut merupakan sebuah proyek penelitian Prof. Barry Wade dan Dr. Maggie Moore dari Birmingham University School of Education mengenai pentingnya membaca bersama balita. Proyek pertama ini hanya melibatkan 300 orang bayi.

Hasil penelitian membuktikan bahwa anak-anak yang terlibat program ini memiliki keunggulan dan prestasi, serta lebih siap menghadapi pra sekolah dasar, dibandingkan dengan anak-anak yang tidak terlibat dalam program ini

Dampak membacakan buku pada anaksemakin diperhitungkan. Menindaklanjuti penelitian Wade dan Moore secara bertahap, 60 pilot project kecil dilakukan antara 1992 – 1998, terutama di daerah-daerah tertinggal di UK. Melihat semakin besar dampak positif dari program ini, sebuah perusahaan ritail ternama akhirnya mensponsori program ini menjadi program nasional di tahun 1999-2000.

Pada kurun waktu yang sama, otoritas perpustakaan daerah akhirnya menyambut baik program ini dan berperan aktif dengan menjadi koordinator daerah. Mulai saat itu, program ini menjadi program nasional pemberian hadiah buku bagi balita, pertama di dunia.

Departemen pendidikan memberikan dukungan pendanaan di tahun 2000-2001 agar Bookstart dapat menemukan model pendanaan berkelanjutan, Kemudian satu persatu dukungan berdatangan antara lain, dari departemen budaya, media dan olahraga di tahun 2001-2002 dan 2002-2003.

Saat ini, Bookstart UK telah menemukan model kerjasama yang inovatif dengan penerbit buku anak, dan mulai memproduksi paket-paket buku yang ekonomis.

Semenjak 2004 Chancellor Inggris (pejabat setara Menko Ekuin Inggris) memberikan pendanaan program Bookstart UK, sehingga menjadi program nasional, pemberian paket buku secara cuma-cuma pada setiap anak pada tiga tahap kunci yakni : Bookstart Baby Pack untuk anak usia 0 hingga 12 bulan, Bookstart + pack untuk anak di bawah 3 tahun, dan My Bookstart Treasure untuk anak usia 3 sampai 4 tahun. Semenjak itu Bookstart UK menerima dukungan mitra dan sponsor dari berbagai kalangan.

Hasil yang sangat signifikan dari program ini telah menginspirasi banyak negara lain untuk mengikuti jejak serupa.Saat ini gerakan Bookstart telah diadopsi di hampir semua negara maju. Di Asia, gerakan Bookstart diadopsi oleh Korea Selatan, Jepang dan Thailand. Bookstart Indonesia sedang dalam proses menjadi afiliasi internasional Bookstart UK.

 

Para penggerak awal
Penghargaan khusus kepada para penggerak dan pendukung awal Bookstart Indonesia. Lovieta Poerwanto; Ahmad Mughni; Ahmad Irham Fauzi; Daru Utomo; Ali Formen; Prilia Verawati; Mastin Maya; Novita R. Hidayati; Rasyid Abdillah; Ahmad Effendi; Adatul Mukarromah; Hasni Kamalia; Desi Nuri Fajarningtiyas; Prima Krisnawati; Watiek Ideo; Fitri Kurniawan; Wildy Sulthon, Utsri Yustina; Marhamah; Ika Usfarina Damayanti ; Deny Lestiyorini; Nika Hanida, Dian Ulan Luis, Brilianti DP; Ronny Dwi Peri Susanto; Mita Mauritania; Vivi Wijayanti; Anita Puspitasari; Wenda Febrianti; Aby Herwendo; M Zikky dll.
Para pendukung awal
Penghargaan khusus kepada para pendukung awal Bookstart Indonesia. Prof. Nadirsyah Hosen; Prof. Agus Rubianto; Dr. Agus Zainal Arifin; Arlan Setiawan MSc; Warsito Tantowidjoyo, PhD.; Robert Raya, M.Bus; Zamronny Madjid, M.M. ; Dr. Mas Rahmah, MH.; Hasanuddin Ali; Wirawan Agung Nugroho; Yorda Prita Utama; Dina Afriyanti, PhD.; Yulina Eva Riyani, MEd;
Special Thanks buat: Ahmad Effendi & Rasyid Abdillah atas sumbangan disain logo Bookstart Indonesia. Pada: Ahmad Irham Fauzi; Prillia Verawati,Deny Lestiyorini, Vivi Wijayanti dan Roni Dwi Peri Susanto atas kerja kerasnya mengkoordinasi pelaksanaan bookgifting perdana Bookstart Indonesia di Gresik, Bogor, Pasuruan dan Ngawi. Pada: Watiek Ideo dan Fitri Kurniawan atas bantuannya dalam pengadaan paket buku untuk event pilot tersebut. Pada: Mastin Maya; Prilia Verawati & keluarga serta Desi Nuri atas bantuannya melengkapi material paket bookgifting perdana. Kepada : Nika Suwarsih, Eny Budi Utami, Neng Falah, Alief Ujayani, Lely Ouly Vy Emiliya atas sumbangan fotonya,